Rabu, 24 Februari 2010

MANFAAT DAN KEGUNAAN STATISTlKA


Dalam perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek) saat ini, bahwa ilmu statistika telah mempengaruhi hampir seluruh aspek kehidupan manusia. Hampir semua kebijakan publik dan keputusan¬keputusan yang diambil oleh pakar ilmu pegetahuan atau para eksekutif (dalam ruang lingkup ilmu mereka) didasarkan dengan metode statistika serta hasil analisis dan interpretasi data, baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Selanjutnya statistika dapat digunakan sebagai alat:

a. Komunikasi ialah sebagai penghubung beberapa pihak yang menghasilkan data statistik atau berupa analisis statistik sehingga beberapa pihak tersebut akan dapat mengam bil keputusan melalui informasi tersebut.

b. Deskripsi yaitu penyajian data dan mengilustrasikan data, misalnya m ngukur hasil produksi, laporan hasil liputan berita, indeks harga k nsumen, laporan keuangan, tingkat inflasi, jumlah penduduk, hasil pendapatan dan pengeluaran negara dan lain sebagainya.
c. Regresi yaitu meramalkan pengaruh data yang satu dengan data lainnya dan untuk mengantisipasi gejala-gejala yang akan datang.
d. Korelasi yaitu untuk mencari kuatnya atau besarnya hubungan data dalam
suatu penelitian. .
e. Komparasi yaitu membandingkan data dua kelompok atau lebih.
Kegunaan statistika banyak memperoleh reputasi jelek karena sering berbuat bohong. Sebenarnya tidak fair untuk mengatakan bahwa statistika lebih banyak bohong daripada benarnya. Sebab yang bohong adalah si pemakai. Statistika hanya sekadar alat mati dan ia tak mungkin berbohong. [adi, terserah kepada si pemakainya.
Bagi para pemakai statistika perlu dicatat bahwa sering terjadi penggunaan prosedur statistika yang salah. Penggunaan statistika atau beberapa prosedur statistika harus didasarkan kepada: (a) sifat data yang tersedia dan (b) masalah yang dihadapinya.

Peranan statistik dalam penelitian adalah sebagai berikut:
1. Alat untuk menghitung besarnya anggota sampel yang diambil dari suatu populasi. Dengan demikian jumlah sampel yang diperlukan dapat dipertanggungjawabkan.
2. Alat untuk menguji validitas dan reliabilitas instrumen. Sebelum instrumen digunakan untuk penelitian, maka harus diuji validitas dan reliabilitasnya terlebih dahulu.
3. Teknik-teknik untuk menyajikan data, sehingga data lebih komunikatif. Teknik-teknik penyajian data ini antara lain: tabel, grafik, diagram dan pictogram.
4. Alat untuk analisa data seperti menguji hipotesis penelitian yang diajukan. Dalam hal ini statistik yang digunakan antara lain: korelasi, regresi, t-test, anova dll.

F. VARIABEL
Dalam studi ilmiah kita perlu mengamati dan merekam beberapa karakteristik dari hal-hal yang kita alami di dunia nyata tempat kita tinggal dan hidup, yakni dari apa yang kita lihat, kita dengar, kita cium dan yang kita raba. Jika apa yang kit a amati berubah-ubah dari waktu ke waktu hingga menimbulkan perbedaan antara subjek yang satu dengan subjek yang lain, maka objek-objek terse but kita nyatakan bervariasi. Dalam istilah bahasa statistika, objek yang bervariasi disebut variabel. Jadi, variabel adalah karakteristik yang dapat diamati dari sesuatu (objek), dan mampu memberikan bermacam-rnacarn nilai atau beberapa kategori (Suwarno, 2005: 1-2). Contohnya: berat adalah variasivsebab sernua objek beratnya tidak sarna dan suatu objek dapat saja beratnya b rubah-ubah dari waktu ke waktu. Umur, nilai kemajuan belajar, j ni k lamin, kecepatan, kekuatan dan apa saja yang merupakan, yaitu: (a) ciri-ciri suatu bjek (orang atau benda); (b) dapat diamati dan (c) berbeda dari satu bservasi ke observasi lainnya;¬ disebut variable. Dan Variabel adalah data mentah unt uk statistika.


G. SKALA
Apabila data dari suatu variabel akan dipergunakan dalam analisis statistika maka data itu harus tersusun dengan cara yang sistematis (teratur). Kita perlu mendefinisikan setiap variable secara operasional, artinya harus mampu menjelaskan dengan Iangkah-langkah yang perm sesuai dengan kemungkinan-kemungkinan untuk mengubah nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.
Definisi seperti itu memerlukan gambaran yang jelas dari ciri-ciri atau sifat-sifat yang akan diamati dan memerlukan spesifikasi dari kategori yang variasinya perlu dicatat. Para ahli statistika menyebut prosedur pendefinisian variabel secara operasional terse but dengan istilah scalingdan hasilnya disebut scale at au skala.
Dapat dikatakan bahwa hampir semua skala ditentukan oleh kebiasaan yang berlaku. Umur anak setahun berarti dihitung dari ulang tahunnya yang pertama setelah lahir. Dan setelah hari ulang tahunnya yang kedua, ia berumur dua tahun dan seterusnya. J adi, seseorang yang menyatakan berumur 15 tahun, paling tidak ia telah 15 tahun tinggal di dunia fana ini dan mungkin lebih 2 hari atau mungkin 340 hari. [adi untuk umur telah tersedia patokan atau ukuran baku untuk menyusun skalanya.
Perlu dicatat bahwa skala yang digunakan untuk mencatat suatu variabel bukan bagian dari variabel tetapi merupakan bagian dari definisi operasionalnya. Meskipun banyak variabel yang telah mempunyai nilai atau kategori (menurut kebiasaan) yang baku, akan t tapi di dalam ilmu sosial biasanya peneliti sendiri yang menentukan. Variabel kelas sosial yang sering dipakai oleh para peneliti ilmu-ilmu s sial (termasuk pendidikan) kadang-kadang diskalakan menjadi kaya¬s dang-miskin. Variabel status sosial sering diskalakan menjadi 3 kat gori, tinggi-sedang-rendah, yang terpenting adalah setiap peneliti h ndaknya memperhitungkan dengan matang setiap variabel, terutama m ngoperasionalkannya sebelum dimasukkan sebagai data mentah lalam analisis statistiknya.

Jadi, membuat skala harus merupakan definisi operasional suatu variabel dan sangat penting sebagai cara untuk mempersiapkan data lalam suatu statistika. Perlu diingat oleh kita semua, khususnya para peneliti, bahwa skala data itu bermacam-macarn : sejak dari skala yang terdiri dari dua katagori tak berurutan hingga skala yang sangatkompleks yang didalamnya merupakan serangkain kelas-kelas dengan jarak antara rentang yang sama dan dimulai dari titik nol.

H. MASALAH YANG DIHADAPI
Ratusan teknik statistika tersedia bagi para ilmuwan. Dari sekian banyak, mungkin hanya puluhan saja di antaranya yang dipergunakan secara teratur. Meskipun demikian, yang sedikit jumlahnya itu sering menimbulkan persoalan (membingungkan). Untuk menghindari kebingungan tersebut, setiap pemakai sebaiknya mernahami terlebih dahulu cara-cara penggunaannya secara baik.

Secara sederhana statistika yang sering dipergunakan dalam ilrnu¬ilmu osial berkisar pada: (a) meringkas hasil observasi variabel univariate (tunggal); (b) menggambarkan hubungan relasi atau asosiasi; (c) membuat keputusan (inference). 'Di lingkungan kehidupan kampus sering kita mengamati berbagai fenomena yang ada di hadapan kita. Seorang dosen mungkin berkata "wah tahun ini hanya sedikit jumlah mahasiswa di kelasku". Dosen terse but sebenarnya ingin mengungkap¬kan atau menggambarkan satu karakteristik dari suatu objek, yakni mahasiswa merasakan bahwa tahun ini jumlahnya lebih sedikit dibanding dengan tahun sebelumnya.
Dapat juga kita menggambarkan bukan hanya satu variabel tetapi beberapa variabel sekaligus. "Tahun ini jumlah mahasiswa dalam kelasku terlalu banyak, tetapi ruangannya semakin bersih dan terang benderang". Di sini dosen ingin menggambarkan beberapa variabel sekaligus, mahasiswanya, ruangannya dan penerangannya. Tetapi gambaran tersebut jika dilihat dari kata-kata terasa terlalu panjang, dan masih dapat diringkas misalnya, "tahun ini suasana kelas baik". Ungkapan yang dikemukakan dosen tadi adalah dalam bahasa umum. Sebenarnya dapat saja dipergunakan bahasa statistika. "Jumlah

. mahasiswa di kelasku tahun ini 15 orang, ruang kelasnya bersih sekali, dan lampu penerangannya 1000 Watt." Dari ungkapan kalimat itu dapat dirasakan segalanya serba akurat.
Banyak teknik statistika yang dapat merangkum hasil observasi. Yang paling berguna adalah angka rata-rata hitung. "Tahun ini jumlah kecelakaan lalu lintas di Kota Bandung sangat tinggi", dapat lebih akurat jika dikatakan: "Tahun ini angka rata-rata kecelakaan lalu lintas di Kota Bandung 10 kali lip at dibanding dengan tahun-tahuu sebelumnya." Meskipun kalimat yang terakhir sudah cukup akurat tetapi kadang-kadang kurang memuaskan, untuk itu masih ada teknik statistika dan yang dapat lebih memuaskan para peneliti, misalnya indeks variabilitas, atau lainnya.

Aspek kedua dari komunikasi dengan bahasa statistika adalah menggambarkan suatu hubungan relasi atau-asosiasi. Salah satu tujuan ilmuwan sosial adalah menyederhanakan keruwetan kehidupan sosial. Apabila kita lihat di sekitar lingkungan kita (tempat tinggal atau tempat kita bekerja) , kita dapat mengamati adanya perbedaan¬perbedaan sifat, perilaku, dan lain-lain. Antara orang yang satu dengan yang lainnya. Mereka rnernasuki organisasi kepartaian yang tidak sarna, rnereka mencari nafkah di tempat yang berbeda, mereka berpenghasil-an berbeda. Banyak orang selalu patuh terhadap peraturan, tetapi banyak orang yang juga suka melanggarnya. Ada' orang yang kuat ada orang yang lemah, ada yang berperangai baik tetapi banyak juga yang berperangai jahat. Akan tetapi seor.ang ahli ilmu sosial tidak perlu terganggu dengan berbagai variasi dari perilaku¬manusia tersebut, sebab perilaku manusia tidak selalu acak (random) dan bukan tidak mungkin untuk diduga. Dengan berbagai kondisi yang dapat diatur, biasanya variasi (perilaku) dapat dikurangi (dihilangkan), dan apabila jika kondisi yang dimaksud telah dapat diuraikan dengan jelas maka suatu bentuk hubungan akan muncul,
Contoh, di antara orang Eskimo individu-individu mempunyai tugas utau pekerjaan yang berbeda-beda. Tetapi apabila individu-individu t rsebut dapat dikelompokkelompokkan sesuai dengan status, dan jenis kelaminnya, maka perbedaan tersebut akan menghilang. Laki¬laki dewasa berburu, perempuan dewasa menyiapkan ternpat p rlindungan dan seterusnya. Jadi, variabel pekerjaan tidak bervariasi, apabila variabel status diperhitungkan (dikontrol) .

Dua variabel tersebut dikatakan berhubungan apabila hubungan¬nya adalah sedemikian rupa sehingga dengan mengetahui keadaan variabel yang satu dapat menduga variabellainnya. Apabila dikatakan . da hubungan antara temperatur dengan curah hujan di Kota Bogor, maka jika seseorang mengatakan bahwa hari Kamis kemarin temperatur Kota Bogor rata-rata 15°C maka dapat diduga curah hujan pasti di atas 2000 mm. Dengan bahasa sehari-hari kits dapat mengatakan suatu bentuk hubungan, tetapi kurang tepat misalnya A dan B sangat erat hubungannya. Dalam bahasa statistika dapat dinyatakan dalam bahasa yang lebih tepat, sebab dapat diukur dengan angka yang disebut koefisien korelasi.

I. PENGAMBILAN KEPUTUSAN
Setiap hari banyak di antara kita yang terlibat di• dalam menentukan keputusan atau membuat generalisasi (tentang hubungan)di masa lalu. Ketika kita akan pergi ke kantor, lazimnya kita . lihat ke langit dan memutuskan apakah meinbawa payung (jas hujan) atau tidak. Kita ketahui dari pengalaman bahwa dengan warna langit seperti itu di masa lalu selalu ada hubungannya dengan turun atau tidaknya hujan, dan kita berasumsi bahwa hubungan itu tetap berlaku. Jadi, sebenarnya kita tidak sembarangan saja membawa atau tidak membawa payung (jas hujan), tetapi atas dasar generalisasi hasil pengamatan di masa lampau tentang hubungan antara langit dan hujan.

Sama halnya juga dengan keputusan para orang tua untuk menyekolahkan anaknya ke tingkat universitas, mungkin atas dasar pengamatan di masa lampau, misalnya, tentang hubungan antara tamatan perguruan tinggi dengan jenis pekerjaan. Namun demikian, tidak semua generalisasi selalu benar. Banyak orang-orang tua kita yang membuat generalisasi berdasarkan kasus pengalaman yang terlalu sedikit (tidak disertai follow-upnya). Kasus : (a) Anak gadis tidak boleh duduk atau makan di depan pintu (bangbarung= bahasa Sunda : artinya di pintu depan orang masuk), sebab ia akan nongtot jodo atau sukar untuk mendapat jodoh/suami. (b) orang laki -laki Sunda nikah dengan perempuan Jawa, alasannya nikah dengan kakak, itu pamali-ebahasa Sundanya artinya kualat atau durhaka sehingga kelak mereka hidupnya tidak bahagia). (c) apabila seorang pedagang mau kaya dan laris manis dagangannya segeralah nyekar dan mengadakan selamatan ke Gunung Kawi (Jawa Timur). Mungkin saja hal tersebut pernah dial ami oleh satu atau dua orang saja, tetapi kejadian tiga kasus tersebut terlalu sedikit untuk membuat suatu generalisasi. Dengan prosedur statistik yang tepat akan membantu seseorang Peneliti menjawab atas pertanyaan bagaimana menyusun generalisasi yang baik.

J. Jenis-jenis Statistik
1. Statistik Diskriptif adalah statistik yang digunakan untuk menggambarkan atau menganalisa suatu data dari hasil penelitian, tetapi tidak digunakan untuk membuat kesimpulan yang lebih luas.

2. Statistik Inferensial adalah statistik yang digunakan untuk menganalisa data sample dan hasilnya akan digeneralisasikan untuk populasi dimana sample diambil.
Statistik Inferensial dibagi 2 macam:

a. Statistik Parametrris = menganalisa data interval atau ratio, dimana diambil dari populasi yang berdistribusi normal. (persyaratannya ada uji normalitas)
b. Statistik Non Psrsmetris = menganalisa data nominal dan ordinal dari populasi yang bebas distribusi.

K. Jenis-jenis Data
1. Data Kualitatif yaitu data yang berbentuk bukan angka
2. Data Kuantitatif yaitu data yang berbentuk angka.
Data Kuantitatif ada 2 macam:
a. Data diskrit yaitu data yang diperoleh dari hasil menghitung (tidak ada bilangan di belakang koma)
b. Data Kontinum yaitu data yang diperoleh dari hasil pengukuran.
Data Kontinum dibagi dalam 3 bentuk:
1). Data interval yaitu data yang jaraknya sama tidak mempunyai nol mutlak. Artinya Nol berarti ada. (contoh: nol derajat celcius)
2). Data ratio yaitu data yang jaraknya sama mempunyai nol absolut. Nol berarti tidak ada. (contoh panjang, berat dll)
3). Data ordinal yaitu data yang berjenjang atau berbentuk peringkat. Seperti Gol I, Gol II, Gol III dst.

L. Persyaratan data:
1. Valid berkaitan dengan derajad ketepatan, Valid = sesuai.
Valid artinya data-data yang diperoleh dengan penggunaan alat (instrumen) dapat menjawab penelitian.
2. Reliabil aerinya konsisten atau stabil, berkaitan dengan keajegan yaitusesuatu yang bisa dipercaya.
3. Obyektif yaitu menunjukkan derajad persaman persepsi antar orang.
(lawannya subyektif)

silahkan baca landasan statistik

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar